Close Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Selamatkan Masa Depan Bangsa, Satgas TMMD ke-129 Kodim 1505/Tidore Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba Hari Ini

Panglima TNI Berikan Pembekalan kepada Pasis Dikreg LV Sesko TNI Hari Ini

Atlet Muda Rindang Indonesia Sabet Tiga Medali pada Kejuaraan Pencak Silat Se-Jawa Barat Hari Ini

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
Asia Voice
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
Asia Voice
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
You are at:Home»Terkini»Dari Penyemaian ke Panen, Demplot Organik di Desa Tukadaya jadi Contoh Budidaya Ramah Lingkungan Hari Ini
Terkini

Dari Penyemaian ke Panen, Demplot Organik di Desa Tukadaya jadi Contoh Budidaya Ramah Lingkungan Hari Ini

penulisBy penulis22 Juli 2026 1:37 PM002 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

JEMBRANA | Gerakan kembali ke pertanian berbasis kearifan lokal mulai menguat di Bali. Petani Subak Berawantangi, Desa Tukadaya, Melaya, Kabupaten Jembrana, resmi memulai demplot padi organik seluas 4 hektare.

Program ini merupakan kolaborasi CV Dibia Kencana Dewata dan PT Talitha Group Komoditas yang diuji adalah padi varietas MR, dengan metode transisi: 50 persen pupuk non-organik dan 50 persen pupuk organik.

Pemilihan Subak Berawantangi bukan tanpa dasar. Subak ini mengelola 129 hektare sawah dengan 149 petani, dan memiliki sistem organisasi yang tertib serta ikatan sosial kuat.

“Ini bukan sekadar demplot. Tujuannya memberikan contoh nyata budidaya padi dari penyemaian hingga panen, sekaligus meningkatkan produktivitas menuju adaptasi pupuk organik,” ujar Kade Sudiana, SE.,S.Pd., M.M.,M.Pd., pemerhati pertanian.

Ia menegaskan, demplot ini diharapkan menjadi model percontohan. “Tidak hanya untuk petani di Bali, tetapi bisa membawa perubahan secara nasional dalam menjaga ketahanan pangan, menekan biaya produksi, serta melestarikan ekosistem sawah yang berkelanjutan,” katanya.

Motto demplot ini menegaskan harapan besar, “Di tengah hamparan sawah dan langit yang terbentang luas, ada harapan yang lebih cerah untuk masa depan para petani Indonesia.”

Peralihan dari pupuk kimia ke organik tidak bisa instan. Kade Sudiana menjelaskan, pengembalian hara tanah ke pH ideal 6-7 membutuhkan waktu hingga 3 tahun.

Meski begitu, ia optimistis dampaknya signifikan bagi ekosistem. Selama ini produktivitas sawah di Subak Berawantangi berada di kisaran 8-9 ton per hektare.

“Dengan pendampingan yang baik dan disiplin penggunaan pupuk organik, targetnya bisa mencapai 10 hingga 13 ton per hektare,” jelas Kade Sudiana.

Klian Subak Berawantangi, Swadia, menyambut baik program ini. Ia mengakui kondisi tanah sawah mereka sudah menurun.

“Tanpa kami sadari, selama ini penggunaan pupuk non-organik terus-menerus membuat tanah kami rusak. Bahkan suara kodok dan belut pun sudah jarang kami temui,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap ada pendampingan dari Pemerintah Kabupaten Jembrana, Pemerintah Provinsi Bali, hingga Pemerintah Pusat selama masa transisi.

Langkah ini juga mendukung visi Tri Hita Karana, filosofi hidup masyarakat Bali yang menekankan harmoni antara manusia, alam, air, dan tumbuhan.

Dengan dimulainya demplot 4 hektare ini, diharapkan perluasan pertanian berbasis organik di Jembrana dan Bali secara keseluruhan dapat terus berjalan. Targetnya jelas, sawah yang subur, ekosistem yang pulih, dan petani yang sejahtera. (red)

SubakBerawantangi #PertanianOrganik #PeralihanPupuk #KetahananPangan #TriHitaKarana

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleAkselerasi Inovasi Teknologi, SUCOFINDO Gelar IMPACT Perkuat Transformasi Layanan TIC Berteknologi Tinggi Hari Ini
Next Article PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk siap menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI dengan “Merdekaria: Ancol Beach Fest & Culture Wave” yang akan berlangsung pada 16–18 Agustus 2025. Hari Ini
penulis

Related Posts

Selamatkan Masa Depan Bangsa, Satgas TMMD ke-129 Kodim 1505/Tidore Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba Hari Ini

27 Juli 2026 12:57 PM

Panglima TNI Berikan Pembekalan kepada Pasis Dikreg LV Sesko TNI Hari Ini

27 Juli 2026 10:29 AM

Atlet Muda Rindang Indonesia Sabet Tiga Medali pada Kejuaraan Pencak Silat Se-Jawa Barat Hari Ini

27 Juli 2026 7:43 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Al-Zaytun Gelar Turnamen Sepak Bola Piala 307, Rayakan Milad Syekh Al-Zaytun ke-80 Hari Ini

19 Juli 2026 6:50 AM3 Views

Lawang Pitu Dukung Penuh Anniversary ke-2 Rock in Halte Solo Hari Ini

12 Juli 2026 9:25 PM2 Views

Bencana Kekeringan: Kenapa Terus Terjadi, Apa Penyebab Utamanya, dan Solusi Nyatanya? Hari Ini

10 Juli 2026 5:45 PM2 Views
© 2026 asiavoice. Designed by asiavoice.
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.